Make your own free website on Tripod.com
Home | Sejarah Ditjen Perbendaharaan | Profil Kanwil | Rencana Strategis | Rencana Kinerja | Evaluasi dan Analisis Kegiatan | Bagian Umum | Pelaksanaan Anggaran I | Pelaksanaan Anggaran II | Pembinaan Perbendaharaan dan Kekayaan Negara | Akuntansi dan Pelaporan | Kelompok Jabatan Fungsional | Moment of Glory

Kanwil VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Lampung

Evaluasi dan Analisis Kegiatan

Evaluasi dan analisis indikator kinerja inputs, outputs dan out comes dalam upaya Pengukuran Kinerja Kegiatan tahun 2006 dijelaskan di bawah ini :

1.        Peningkatan Administrasi Kepegawaian dan Pembinaan Pegawai.

Pada program peningkatan administrasi kepegawaian dan pembinaan pegawai terdapat empat indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut

1.1         Kegiatan mengelola administrasi kepegawaian dengan indikator terpenuhinya hak pegawai tepat waktu, terealisir sebesar  105%.

1.2         Kegiatan memberikan penghargaan dan melakukan penegakan disiplin pegawai dengan indikator terlaksananya pemberian penghargaan dan sanksi disiplin pegawai, terealisir sebesar   94%.

1.3         Kegiatan melaksanakan mutasi pegawai dengan indikator terlaksananya mutasi pegawai, terealisir sebesar   88%.

1.4         Kegiatan melaksanakan usul diklat dan Gugus Kendali Mutu dengan indikator jumlah pegawai yang mengikuti diklat dan GKM, terealisir sebesar   56%.

2.        Peningkatan Pengelolaan Keuangan, Sarana dan Prasarana.

Pada program peningkatan pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana terdapat dua indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

2.1         Kegiatan mengelola keuangan dengan indikator terpenuhinya kebutuhan dana, terealisir sebesar  100%.

2.2         Kegiatan melaksanakan rehab gedung kantor, rumah negara dan halaman gedung dengan indikator terpenuhinya kebutuhan prasarana kantor, terealisir sebesar 80%.

3.        Peningkatan Efektifitas Pengeluaran Negara

Pada program peningkatan efektifitas pengeluaran negara terdapat dua indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

3.1         Kegiatan melakukan penelaahan dokumen pelaksanaan anggaran dengan indikator ketepatan waktu penyelesaian dan penyampaian dokumen pelaksanaan anggaran, terealisir sebesar   146%.

3.2         Kegiatan menyelesaikan surat revisi dokumen pelaksanaan anggaran dengan indikator ketepatan waktu penyelesaian dan penyampaian revisi dokumen pelaksanaan anggaran, terealisir sebesar  100%.

4.        Peningkatan Pengelolaan Barang Milik  Negara

Pada program peningkatan pengelolaan barang milik negara terdapat dua indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

4.1         Kegiatan melakukan inventarisasi BMN/aset milik asing/eks cina dengan indikator dapat diketahuinya aset BMN/aset milik asing/eks cina, terealisir sebesar  74%.

4.2         Kegiatan menerbitkan ijin persetujuan/penolakan penghapusan dan pemanfaatan BMN/aset milik asing/eks cina dengan indikator dapat diselesaikannya permohonan penghapusan dan pemanfaatan BMN, terealisir sebesar  108%.

5.        Peningkatan Kualitas Pelayanan Penyaluran Dana APBN

Pada program peningkatan kualitas pelayanan penyaluran dana APBN terdapat dua indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

5.1         Kegiatan menerbitkan SP2D dengan indikator diterbitkannya SP2D secara benar dan tepat waktu, terealisir sebesar  107%.

5.2         Kegiatan mengesahkan SKPP pensiun/pindah dengan indikator diterbitkannya pengesahan SKPP tepat waktu, terealisir sebesar  101%.

6.        Peningkatan Kualitas Penetapan dan Perencanaan Target PNBP

Pada program peningkatan kualitas penetapan dan perencanaan target PNBP terdapat dua indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

6.1         Kegiatan menyusun rencana PNBP dengan indikator terselesaikannya target PNBP, terealisir sebesar   114%.

6.2         Kegiatan menerbitkan surat penagihan piutang negara dengan indikator terbayarkannya piutang negara, terealisir sebesar   79%.

7.        Peningkatan Kualitas Pelayanan Bendaharawan Umum

Pada program peningkatan kualitas pelayanan bendaharawan umum terdapat tiga indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

7.1               Kegiatan menerbitkan giro bilyet/ SP2D dengan indikator diterbitkannya giro bilyet/ SP2D secara benar dan tepat waktu, terealisir sebesar  94%.

7.2               Kegiatan membuat rangkuman pertanggungjawaban bendum dengan indikator terpenuhinya Laporan pertanggungjawaban bendum secara benar dan tepat waktu, terealisir sebesar  95%.

7.3               Kegiatan menyusun Laporan Kas Posisi dengan indikator terpenuhinya lapran keadaan kas secara tepat waktu, terealisir 96%.

8.        Peningkatan Kualitas Verifikasi dan Laporan

Pada program peningkatan kualitas verifikasi dan laporan terdapat tiga indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

8.1         Kegiatan memverifikasi SP2D dengan indikator terpenuhinya SP2D secara benar melalui verifikasi, terealisir sebesar  99%.

8.2         Kegiatan memverifikasi SPJ Bendum dengan indikator terpenuhinya SPJ Bendum secara benar melalui verifikasi, terealisir sebesar 75%.

8.3         Kegiatan memverifikasi SPJP2P dengan indikator terpenuhinya SPJP Pembayaran Pensiun yang benar melalui verifikasi, terealisir sebesar 64%.

9.        Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi KPPN

Pada Program Peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi KPPN terdapat satu indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

9.1         Kegiatan melaksanakan pembinaan/pemeriksaan KPPN dengan indikator dapat ditindaklanjutinya Laporan Hasil Pembinaan dan Laporan Hasil Pemeriksaan, terealisir sebesar  100%.

10.    Penyempurnaan Sistem Pengolahan Data APBN

Pada Program Penyempurnaan sistem pengolahan data APBN terdapat empat  indikator kinerja dengan capaian kinerja sasaran sebagai berikut :

10.1     Kegiatan melaksanakan akuntansi atas transaksi keuangan pemerintah di daerah dengan indikator di bawah ini :

-     terselesaikannya laporan keuangan secara benar dan tepat waktu, terealisir sebesar  100%.

-     tersedianya laporan rekonsilasi SAI dan SAKUN secar benar dan tepat waktu, terealisir sebesar  93%

10.2          Kegiatan memproses data akuntansi dengan indikator terselesaikannya Laporan Keuangan Instansi secara benar dan tepat waktu, terealisir sebesar 89%.

10.3          Kegiatan menyelenggarankan sistem dan teknologi informasi akuntansi dengan indikator terlaksananya sistem dan teknologi informasi akuntansi dengan baik, terealisir sebesar 100%.

10.4          Kegiatan melaksanakan bimbingan dan penyuluhan SAPP dan SAPD dengan indikator terlaksananya SAPP san SAPD dengan baik, terealisir sebesar 100%.

Dari uraian di atas selama tahun anggaran 2006 terdapat pencapaian target sasaran antara  56% s.d. 146% dengan penjelasan sebagai berikut :

a.      Pencapaian target terendah sebesar 56% pada Kegiatan Melaksanakan Diklat dan Gugus Kendali Mutu (GKM). Hal ini disebabkan belum terlaksananya pelaksanaan GKM secara rutin. Ini di lihat dari prosentase kantor yang melaksanakan secara rutin masih sangat kecil.   

b.      Perncapaian target rata-rata antara 80% s/d 100% hampir terjadi diseluruh kegiatan yang dilaksanakan.

c.       Pencapaian target tertinggi 146% terealisasikan pada Kegiatan Penelaahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran.  

Secara umum bahwa pencapaian target telah berjalan dengan cukup baik walaupun terdapat prosentase kinerja kegiatan yang harus ditingkatkan, khususnya pada Kegiatan Pelaksanaan Gugus Kendali Mutu (GKM).  Hal tersebut harus ditunjang dengan seluruh aspek statregis yaitu sumber daya manusia (SDM), sumber dana, prasarana dan sarana serta peraturan perundang-undangan yang memadai.

Aspek strategis keuangan sangat berpengaruh untuk mencapai indikator keberhasilan yang telah diuraikan di atas. Keberhasilan capaian sasaran akan terwujud apabila operasional kegiatan dapat dilaksanakan dengan didukung sumber dana yang memadai. Untuk dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh terhadap pengelolaan sumber dana serta mendapatkan data dan informasi yang relevan agar pengelolaan sember dana dapat dilaksanakan sehingga dapat diinterpresentasikan agar penggunaan dapat dilaksanakan secara efektif, efesien  dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilakukan analisis akuntabilitas keuangan.

Selama tahun anggaran 2006, salah satu sumber pembiayaan kegiatan operasional berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2006 Nomor 0102.0/ 015.08.0/ VII/ 2006

MELANJUTKAN REFORMASI DEPARTEMEN KEUANGAN, MEWUJUDKAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA YANG PROFESIONAL, TRANSPARAN, DAN AKUNTABEL